Monday, June 10, 2013

Review Film : 5 Centimeters Per Second

5 Centimeters per second


Judul asli: Byousoku 5 senchimehtoru
Sutradara: Shinkai Makoto
Produksi: CoMix Wave Inc (2007)

Judul film anime diatas diambil dari laju jatuh bunga sakura yang diucapkan oleh salah satu tokoh utama yang bernama Akari pada awal cerita. Memang film ini mengambil tema yang tentang LDR yaktu berkisar pada jarak dan waktu yang mewarnai perjalanan antar tokoh, bahwa jarak dan waktu merupakan komponen krusial yang bisa mengubah jalan hidup seseorang. Film anime ini dibagi tiga babak masing-masing dibawakan narator yang membawakan cerita mengenai perjalanan hidup seorang pria yang bernama Tohno Takaki beserta hubungannya dengan 2 perempuan yang bernama Shinohara Akari dan Sumida Kanae.


Chapter 1: Oukashou – The Chosen Cherry Blossoms
Narator: Tohno Takaki


Bercerita tentang 2 siswa SD yang baru saja pindah ke Tokyo dan menempati kelas yang sama yaitu Takaki dan Akari. Banyaknya kesamaan membuat hubungan mereka berdua lebih dekat dari pada siswa lainnya sampai akhirnya pada usia 13 tahun, Akari pindah sekolah mengikuti orang tuanya ke daerah Tochigi yang jaraknya lumayan jauh dari Tokyo.
Ketika naik kelas 2 SMU giliran Takaki yang pindah ke daerah Kagoshima, sehingga Takaki memutuskan untuk mengunjungi dan bertemu Akari sebelum jarak mereka semakin jauh yang memungkinkan mereka berdua semakin sulit bertemu.

Chapter 2: Kosmonauto – Cosmonaut
Narator: Sumida Akane


Cerita berkisar pada saat Takaki kelas 3 SMU di daerah Kagoshima dimana Takaki telah bertemu dengan tokoh baru, seorang cewek teman sekelas yang menjadi narator cerita yaitu Akane. Cerita berfokus pada sosok Akane yang jatuh cinta pada Takaki sejak pandangan pertama.

Chapter 3: Byousoku 5 senchimehtoru – 5 Centimeters Per Second
Narator: Tohno Takaki

Chapter 3 - 5 Centimeters per second

Kali ini Takaki telah lulus sekolah dan bekerja di sebuah perusahaan. Babak terakhir ini diawali dengan Takaki yang masih belum dapat melepaskan dirinya dari bayangan masa lalunya bersama Akari, sedangkan Akari sendiri sudah bertunangan dengan orang lain.

Secara keseluruhan film anime ini tidaklah terlalu mengecewakan walaupun tema yang diambil cukup klise dan sering dipakai oleh film-film drama remaja, yaitu tentang cinta pertama yang sulit untuk dapat dilupakan. Tetapi disisi lain film ini dilengkapi dengan penggambaran yang sangat detail yang patut diacungi 2 jempol. Hal ini dipilih oleh sutradara Shinkai Makoto karena Shinkai menginginkan cerita dan suasana realisme dalam anime buatannya kali ini setelah sebelumnya Shinkai dikenal sebagai pembuat film science fiction. Perbedaan yang mendasar adalah 5 CPS lebih banyak bercerita lewat gambarnya yang indah diiringi kalimat mendalam yang dibawakan oleh sang narator. Dialog antar tokoh sangatlah sederhana, mencerminkan dialog kehidupan sehari-hari sehingga kelebihan film yang bertumpu pada perpaduan bahasa gambar dan narasi yang bertutur lebih terasa kekuatannya.


Satu lagi yang membuat saya suka dengan film ini. Lagu tema film “one more time, one more chance” yang diputar pada babak ketiga benar-benar membuat hati saya meleleh. Pas sekali untuk membuat kesan hidup manusia berjalan lamban tapi tanpa disadari sebenarnya sangat cepat. Manusia sering saling berhubungan satu sama lain lalu lambat laun berpisah mengikuti jalan hidup masing-masing, bagaikan bunga sakura jatuh perlahan berguguran berpencar dari pohonnya dengan kecepatan 5 sentimeter per detik.


Menarik sekali memandang perjalanan hidup dari kaca mata orang yang berbeda. Silahkan dikomentari :)
Untuk download filmnya klik disini.

0 comments:

Post a Comment

Thanks for read my article, I will be so happy if You can leave a comment here.. Nice too meet You :)

 
Copyright 2013 @RealStoryLDR - The Real Story #LDR - Indonesia Hungary Love Story