Selasa, 01 Januari 2013

Chapter 2 "In Love After Broken Heart"

Keesokan harinya aku kembali berjaga. Jam 10 malam aku masih sibuk mengerjakan tugas kuliahku lagi. Warnet juga masih ramai, tiba-tiba Handphone-ku berbunyi, 1 pesan masuk dari nomor yang sudah tak asing lagi. Langsung ku baca isi pesan itu...

 

L: "Kamu lagi di warnet? Aku mau minta tolong cariin artikel, bisa ga?" Tanya Lusi, pacarku saat itu.

A: "Iya, aku juga lagi ngerjain tugas kuliah. Artikel apa?" Jawabku.

L: "Artikel narkoba yank, buat tugas bahasa besok lusa. Nanti aku traktir makan hehe" Pintanya sambil merayu.

A: "Ya udah nanti aku cariin." Kataku.

L: "Makasih sayank..." Jawabnya lagi.

 

Sudah 1 tahun kami pacaran, tetapi banyak masalah yang selalu saja datang. Awal jadian dengan Lusi, aku dibohongin. Dia mengaku kalau dia masih single, tapi akhirnya kedoknya terbongkar, dia punya 3 pacar dan 1 TTM (Teman Tapi Mesra). Saat itu aku benar-benar galau dibuatnya, tak kusangka aku dijadikan pacar ke 5 ! Tapi dia jelaskan semuanya, didepanku dia menangis sambil meminta maaf hingga aku merasa kasihan, lalu aku buat 1 komitmen, jika dia mau jalani hubungan denganku dia harus putusin semua pacar-pacarnya, dan akhirnya dia mau karena dia bilang aku jauh lebih baik saat itu. Aku percaya kata-katanya, dan kuberi dia kesempatan untuk berubah. Setahun kami pacaran semuanya baik-baik saja, kedua orang tua kami bahkan sudah sempat bertemu pas hari lebaran. Ayahnya sudah benar-benar percaya padaku, beliau punya pabrik kerupuk dan beberapa usaha lain, dan beliau memintaku untuk menggantikan posisinya dan meneruskan usahanya jika nanti aku sudah menikah dengan Lusi. Aku berharap hubunganku dengan Lusi bisa bertahan lama sampai jenjang pernikahan.

Lusi kuliah di Fakultas Bahasa dan Sastra Indonesia, dia sering memintaku untuk mengerjakan tugas kuliahnya. Hal itu mungkin biasa sebagai pacar, tapi rasanya bosan juga dan sering aku berpikir kalau dia hanya memanfaatkanku, tapi pikiran itu aku buang jauh-jauh, aku sayang Lusi, dan aku harus selalu ada untuknya.

 

Aku kembali mengerjakan tugas kuliahku, sampai jam 11 malam aku baru selesai. Lalu kucari artikel tentang narkoba untuk tugas Lusi, Aku dapat 3 artikel yang lumayan panjang, dan kusuruh Lusi memilih. Mataku sudah terbiasa begadang, tapi warnet sudah mulai sepi, ku lanjutkan saja bermain Pico lagi. Aku berharap Nana segera online, tapi sampai jam 12 malam kutunggu dia tidak muncul juga. Akhirnya kuputuskan untuk pulang.

Saat tiba di rumah, aku tak segera tidur, kunyalakan laptop kesayanganku, meskipun jadul tapi masih bisa buat buka facebook hehe. Aku lihat profile Nana lagi, dia berpacaran dengan nama yang sama "Nana". Kuselidiki siapa orang itu, ternyata dia juga gadis asal Hungary. Aku sempat berpikir apa dia Lesbi? atau cuma main-main? Entahlah.. namun saat kulihat-lihat dinding halaman profilenya, Nana tidak pernah update status tentang pacarnya. Aku semakin penasaran, dan rasanya ingin sekali aku mengenalnya lebih jauh.

Jam 1 malam, mataku mulai mengantuk, kudengarkan lagu favoritku sebelum tidur, The Way You Look At Me - Christian Bautista dan kubiarkan laptopku menyala.

Tanpa kuduga, Nana pun online. Dia menyapaku..

 

N: "Hello.." Sapa Nana.

A: "Hello Nana.." Balasku.

N: "Sorry, I just can online now.." Katanya meminta maaf.

A: "It's oke ^_^ . What time is there now?" Aku menjawab dan menanyakan jam disana.

N: "Here 18:35 and there?" Jawabnya.

A: "Ohh cool... we have different about 6 hours.. here 00:35 hehe" Kataku.

N: "Haha.. and you still not sleep??" Tanyanya.

A: "Not yet, I waiting for you..." Jawabku sedikit menggombal hehe.

N: "Awwhh.. really?? Sorry.. but now I'm here, what do u want from me? Haha." Balasnya dengan hangat.

A: "Yes.. I just wanna talk with u, and I have some questions.." Kataku.

N: "Ohh.. oke, just say.." Jawabnya.

A: "I just wanna know hehe.." Jawabku.

N: "Hmm.. she is my classmate.. lol" Tegasnya.

A: "Ohhh hahaha.. so do u have boyfriend??" Aku bertanya lebih berani.

N: "I don't have.. but I like one boy.. but he have girlfriend.." Jawab Nana seolah tibatiba sedih.

A: "I see.. who is he?" Aku bertanya lagi.

N: "Secret.." Jawabnya.

 

Aku tak ingin bertanya lagi, tapi aku benar-benar penasaran siapa pria itu...

 

N: "And how about u? Do u have girlfriend??" Nana bertanya hal yang sama padaku.

A: "I don't have.. but I have many girls friend..." Jawabku.

N: "I see.." Balasnya.

 

Saat itu aku ingin jujur, aku sedang berpacaran dengan Lusi, namun status kami yang sedang kurang baik, akhirnya kuputuskan untuk berbohong.

Aku masih ingin ngobrol dengan Nana, tapi mataku sudah tak kuat, segera kuakhiri pembicaraanku malam itu.

 

A: "Sorry Nana, I'm so sleepy, I gotta go to sleep..." Kataku.

Mendengar Nana mengucapkan kata-kata itu, perasaanku menjadi aneh, aku sedikit GR.

A: "Thanks Nana :-) Good night.. see u tomorrow.." Balasku.

N: "Oke, good night.. sweet dream.." Jawab Nana begitu manis.

A: "See u.."

 

Sejak malam itu aku semakin sering chatting dengan Nana, hari demi hari hubunganku dengan Nana semakin akrab. Nana sering bercerita tentang masalahnya padaku, begitu juga aku. Hal itu membuat aku mengenalnya lebih jauh. Nana sangat lembut, tapi juga sensitif dan mudah sekali tersinggung. Tapi sifatnya yang manja dan penuh humoris membuat suasana tetap hangat.

Hari ini tanggal 12 Februari. Aku memberitahu Nana kalau besok adalah hari ulang tahunku yang ke 20. Aku penasaran apa dia akan memberiku kejutan atau tidak. Tepat dimalam ulang tahunku, Lusi mengajakku ke tempat favorit kami. Taman bunga dengan air mancur berbentuk bunga Rafflesia menjadi tempat kenangan kami.

Sudah jam 8 malam, aku duduk di taman tepat dibawah air mancur, Lusi belum juga datang, padahal kami berjanji akan bertemu tepat jam 8 malam. Mungkin dia masih dijalan, karena rumahnya lumayan jauh dari taman. Sesaat ku berdiri dari bangku, handphone-ku berbunyi, seseorang menelponku, oh ternyata dari Lusi, langsung ku angkat telpon itu...

 

A: "Iya hallo.. Kamu dimana?" Tanyaku.

L: "Aku di rumah, maaf yah aku ga bisa dateng.." Jelasnya.

A: "Lahh.. kenapa?? Aku dah nunggu kamu disini lama, kenapa kamu ga bisa dateng??" Tanyaku lagi.

L: "Pokoknya aku ga bisa dateng.. Udah kamu pulang aja !" Lusi menyuruhku pulang. A: "Aku ga bakal pulang sebelum kamu kesini ! Kamu yang ngajak aku ketemuan, kenapa malah kamu yang ga bisa dateng???" Aku mulai marah.

L: "Pokoknya kamu pulang aja ! Aku ga bisa dateng ! Tut..tut..tut..." Lusi langsungmenutup telpon.

 

Sial !! Aku benar-benar marah malam itu. Ku telpon balik Lusi berulang kali, tapi dia tak mau mengangkatnya. Persaanku menjadi tak enak, kuputuskan untuk pulang dan menelponnya lagi dirumah. Sepanjang jalan aku terus berpikir, aku bertanya dalam hati, apa yang sebenarnya dia rencanakan?

Sesampainya di rumah aku langsung mengambil handphone-ku, ku telpon lagi Lusi dan berharap dia mau mengangkatnya. Tetapi sekarang dia malah menolak panggilanku... Aku berdiam sejenak, memikirkan apa yang harus aku lakukan saat itu. Lalu kuputuskan untuk datang ke rumahnya, mungkin akan lebih baik jika aku langsung bertemu dengannya dan melihat apa yang terjadi sebenarnya. Tapi tak lama kemudian, Lusi mengirim pesan padaku.

 

"Maaf yah, kita putus aja... Aku udah punya cowo lagi... Jangan ganggu aku !"

 

Pria di telpon: "Hallo.." Kata pria dalam telpon itu.

L: "Hallo.." Kata Lusi.

 

Tubuhku langsung kaku, jantungku berdetak begitu cepat, aku benar-benar kaget membaca pesan dari Lusi. Langsung kubalas pesannya…

 

"Apa maksud kamu??? Angkat telponku sekarang !! Aku mau ngomong langsung !"

 

Tak lama kemudian langsung ku telpon lagi, kali ini Lusi mengangkatnya, tapi lagi-lagi aku dikagetkan dengan suara pria yang menjawab telponku...

 

A: "Hallo?? Ini siapa??" Tanyaku.

Y: "Gue cowonya Lusi, Lu siapa?" Jawab pria itu.

A: "Lah... Gue cowonya Lusi !! Mana Lusi?? Kenapa Lu yang angkat?? Gue mau ngomong sama Lusi !" Kataku marah.

 

Lalu kudengar suara Lusi dari jauh, dia menyuruh pria itu menutup telponnya. Tapi pria itu tak menutupnya, dia berikan handphone Lusi dan menyuruh Lusi bicara denganku.

 

L: "Hallo.." Kata Lusi.

A: "Ya hallo.. Kamu dimana?? Kenapa ada cowo disana?? Siapa dia??" Aku bertanya kesal.

L: "Iyah maaf, 'kan aku udah bilang di SMS, aku punya cowo lagi, ya itu cowo aku.." Jawab Lusi.

A: "Tapi kenapa?? Kok kamu tega sama aku?? Apa salah aku??" Tanyaku sambil ku teteskan air mata.

L: "Iyah.. Sebenernya udah lama aku mau bilang sama kamu, tapi aku belum siap, aku nunggu waktu yang tepat, dan aku pikir sekarang waktunya aku harus bilang sama kamu kalo aku udah punya cowo lagi..." Jelas Lusi padaku.

A: "Sejak kapan kamu punya cowo lagi?? Kenapa ga dari dulu kamu bilang??" Aku terus bertanya.

L: "Udah ah aku pusing ! Jangan telpon lagi ! Kita udah putus ! Tut..tut..tut.." Lusi menutup telponku lagi.

 

Penjelasan Lusi membuatku semakin tak berdaya, aku tak tahu harus berkata apa lagi. Tak kusangka dia tega melakukan ini semua padaku, setelah sekian lama kami menjalin hubungan yang ku anggap sangat serius, tapi ternyata semuanya palsu !! Tak bisa kujelaskan persaanku saat itu, sakit, marah, benci, kesal, duniaku hancur dibuatnya...

Kurebahkan tubuhku diatas tempat tidurku, memikirkan semua kenanganku dengan Lusi. 1 tahun aku bersamanya, aku berusaha menjadi yang terbaik untuknya. Banyak kenangan dan harapan ku dengan Lusi yang ingin kami raih. Tapi kenapa semuanya harus berakhir pahit seperti ini... Aku menangis malam itu. Malam ulang tahunku yang begitu ku nantikan, tapi Lusi telah menghancurkannya. Sakit..sakit..dan sakit...

Aku tertidur sampai jam 1 malam. Ku lihat handphoneku, banyak pesan ucapan selamat ulang tahun dari teman-temanku. Tapi tak ada ucapan dari Lusi. Dia sudah benar-benar tak peduli padaku. Malam itu aku berdoa dan make a wish… Aku berharap di ulang tahunku yang ke 20 aku bisa lebih baik lagi dan memulai kehidupan dewasa. Aku bukan anak kecil lagi, aku coba dengan sangat lapang menerima kenyataan kalau aku sudah tak bisa memiliki Lusi. Aku harus melupakannya. Harus !!

Lalu ku nyalakan laptop-ku untuk melihat ucapan di facebook. Ternyata baru temanteman dekatku yang mengirim pesan di dindingku. Tapi tunggu…. Aku mendapat 1 pesan masuk yang belum sempat kubuka. Pesan itu rupanya dari Nana. Segera kubuka lalu kubaca isi pesan itu…

 

“Hey Fey ! Happy B’day ~

Wish all the best for u

I have little surprise for u, but I can’t give nowIf u online, just write back this message ok?

Bye <3 ”

 

Aku begitu bahagia mendapat pesan itu dari Nana. Ternyata Nana benar-benar meresponku. Segera ku balas pesan itu..

 

“Hey Nana Thanks so much :-)

I’m so happy u said these to me

I hope u say it in real while kiss my cheek hehe:p Ohh what is that?

Oke please come now.. I waiting for u :-)”

          

Aku menjawab pesan dari Nana, lalu kutunggu dia online. Aku tak sabar kejutan apa yang ingin dia berikan padaku. Aku berkhayal dia memberiku tiket ke Hungary agar aku bisa bertemu dengannya haha..

Tak lama kemudian akhirnya dia muncul. Langsung ku sapa dengan lembut..

 

A: “Hey Nana :-) Nice to see u again…” Sambutku.

N: “Hey Fey J Nice to see u too :-) U’ve read my message? Well.. So now I wanna give u something.. I hope u’ll like it ! hehe” Kata Nana.

A: “Of course.. I’ll like everything what u gave J” Jawabku.

N: “That’s good.. Nha, I send…” Kata Nana sambil mengirim sebuah file.

 

Lalu kubuka file itu dalam bentur arsip, langsung kubuka dan ternyata dia memberiku foto. Sambil memegang sebuah kertas dengan tulisan “HAPPY B’DAY FEY <3 !” Nana tersenyum dalam foto itu. Oh manisnya… Ini sangat romantis bagiku… Hatiku seakan bersemi lagi setelah Lusi membuatnya sangat gersang.

 

A: “Wow… That’s so sweet ! *_* Thanks Nana… This is so special for me…” Kataku pada Nana.

N: “Hehe.. Do u like it? I’m so shamed:-D” Jawab Nana malu.

A: “Yes… I like it so much ! U makes my b’day so beautiful…” Kataku menggombal.

N: “Hahaha thank u…” Kata Nana.

 

Kemudian aku ajak Nana main Pico. Kami berjalan di taman, bercanda tawa mengunjungi semua tempat di game itu, lalu ku ajak dinner di rumahku. Meskipun cuma dalam game, tapi tak kalah asyik dan romantis. Aku berimaginasi saat itu kami benarbenar sedang kencan di dunia nyata. Sebelum kami offline, aku berkata pada Nana…

 

A: “Thanks for tonight, I’m so fun !” Kataku.

N: “Yahh, me too..” Jawab Nana.

A: “I must sleep now, I’m so sleepy.. I hope tomorrow we meet again ok?” Kataku sambil memutar lagu favoritku.

N: “Oke.. Good night and have a nice dream with A:-D” Jawab Nana seolah menggombal.

A: “Thanks.. I will :-) See u in my dream Nana… Bye…” Balasku.

N: “Hahaha:-D See u..” Jawabnya.

 

Malam itu jadi malam yang indah dengan Nana. Kini aku sudah tak memikirkan Lusi lagi. Aku baru saja merasakan rasa yang baru yang  Nana berikan padaku. Tapi aku belum tahu kalau ini semua adalah cinta… Aku memang sering mendapat pacar dari facebook, seperti Lusi, aku juga bertemu dengannya pertama kali lewat facebook temanku. Tapi mungkin kami belum berjodoh, dan aku masih bisa mendapatkan yang lebih baik dari Lusi. Aku berharap suatu saat aku bisa bertemu Nana, siapa tahu dia jodohku. Karena kini aku mulai jatuh hati padanya, tapi aku belum tahu apakah Nana juga merasakan hal yang sama padaku? I wishing for my better life to have better couple…

Love comes without permission, we never know when it come and when it gone.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Real Story LDR Blogger Template by Ipietoon Blogger Template