Selasa, 01 Januari 2013

Chapter 3 "Flirting, Poems for U"

Sejak malam itu aku lebih sering menghabiskan waktuku di dunia maya dengan Nana. Setiap jam istirahat kuliah, aku langsung membuka facebook, sekitar jam 12 siang waktu di Indonesia, Nana baru bangun dari tidurnya karena di Hungaria baru jam 6 pagi. Aku selalu mengirimi dia pesan di dindingnya sebelum dia bangun. Awalnya ku tulis sebuah puisi kecil sederhana, tapi Nana begitu menyukainya. Hal itu baru pertama kalinya dia alami, karena sebelumnya dia belum pernah mendapat puisi dari seorang pria.

Siang itu aku sedang berada di kelas matakuliah Delphi. Aku tak begitu suka matakuliah ini, selain menguras otakku, dosen yang mengajar juga dikenal Killer dan sangat ditakuti mahasiswa lain. Tapi hal itu tak ku hiraukan, aku duduk dibangku paling belakang, dengan begitu dosen tak memperhatikanku dengan jelas. Mungkin aku sedikit bandel, tapi seperti inilah aku, jika aku bosan dengan satu hal, aku selalu mencari kesenangan lain. Saat itu kebetulan komputer di dalam kelas matakuliah Delphi dilengkapi dengan fasilitas internet, sehingga aku bisa leluasa membuka situs facebook. Ku mainkan game Pico lagi disaat dosen menerangkan materi. Sesekali ku menghadap ke papan tulis agar dosen tak curiga apa yang sedang ku kerjakan. Haha

Sudah jam 12 kurang 15 menit, pelajaran masih berlanjut. Aku sudah benar-benar bosan, pusing dengan rumus, dan mengantuk karena berjaga sampai larut malam. Aku menunggu Nana online, sambil ku siapkan sebuah puisi baru. Aku kirim puisi itu di dinding halaman facebooknya sesaat sebelum dia bangun dan membuka facebook…

“Aku ingin menjadi penghias tidurmu

Maka ijinkanlah ku berada dimimpimu

Aku ingin menjadi penerang malammu

Maka ijinkanlah kuselimuti gelapmu Raga ini jauh..

Tapi jiwaku ada didekatmu

Tangan ini tak mungkin kau sentuh

Tapi cinta selalu bisa kau rasakan

Sebelum kau terbangun dari mimpi indahmu

Dekap erat selalu angan ini

Agar kau tak kehilanganku di pagi indahmu

Good morning sweety…”

Tak lama kemudian Nana sepertinya sudah bangun, dia mengomentari puisi itu..

N: “Awwhhh… thanks Fey… You are so sweet *_* <3 Good morning too… “

A: “Do u like it? :-) It is just a little thing what I can give for you :-) “

N: “Yes I like it so much.. This is the first time I got a poem from boy !”

A: “Ohh… I see:-) from now I will send you a poem everyday :-) “

N: “Awwhh… Okey :-)”

Nana begitu menyukai puisi yang kubuat, aku berharap ini adalah tanda bahwa dia membalas perasaanku. Aku semakin bersemangat untuk mendapatkan hatinya. Tapi aku masih memikirkan pria yang dia sukai waktu itu. Aku penasaran, aku ingin tahu seperti apa pria itu.

Kuselidiki teman-temannya di facebook, banyak sekali temannya yang berasal dari Jepang. Rupanya Nana benar-benar menyukai Negara sakura itu, seperti cosplay, anime, manga dan juga band-band asal jepang. Setelah kuselidiki, tak ada informasi yang ku dapatkan tentang pria itu, lalu kuputuskan untuk menanyakannya lagi saja padanya..

A: “Umm.. Hey Nana, I wanna ask something..”

N: “Yep, what?”

A: “I’m so curious with the boy who u liked.. Can u tell me please??”

N: “Hmm.. for what? Not important I think..”

A: “But I’m curious, I just wanna know.. please..”

N: “Hmm.. alright… I’ll tell u later after go home, because now I must go to school.”

A: “Ok thanks… See u later :-) “

N: “Ok see u too…”

Kemudian bel istirahat berbunyi. Aku segera pergi ke mushola untuk melaksanakan sholat dzuhur. Selepas sholat aku selalu berdoa agar Allah memberiku jalan untuk bisa bertemu dengan Nana. Jam matakuliah selanjutnya masih 1 jam lagi, kugunakan untuk makan siang dengan teman-temanku di kantin atas gedung kampusku. Suasana kampus memang berbeda dengan masa SMA. Kita lebih sering berkumpul dengan 1 grup dan mengabaikan teman yang lain.

Tapi walau begitu aku tetap berteman dengan semua teman kelasku.

Jam istirahat sudah habis, aku segera masuk ke kelas berikutnya. Namun tampaknya sang dosen tak bisa hadir. Hal itu membuat teman-temanku kegirangan, beberapa orang bergegas pulang karena tak ada matakuliah lagi selanjutnya. Tapi aku tetap berada di kampus dengan temanku yang lainnya. Ku buka laptopku dan ku gunakan kesempatan itu untuk main Pico lagi. Aku sudah benar-benar kecanduan dengan Pico, tapi itu karena adanya Nana. Ku datangi rumah Nana di Pico, lalu sebuah ide tiba-tiba tersirat dalam pikiranku. Aku meletakkan bebrapa balon merah dan membuat bentuk hati di ruangannya. Ini akan terlihat romantis ketika Nana datang nanti. Lalu kutinggalkan pesan agar Nana membacanya.

“I hope u like it sweety ;-)”

Rasanya bosan hanya bermain sendirian, tak ada yang mengajakku bercanda tawa seperti Nana. Kuputuskan saja untuk segera pulang dan bersiap untuk kembali berjaga di warnet. Aku menunggu Nana pulang dari sekolah dan menceritakan siapa pria itu yang dia sukai itu. Jam 8 malam akhirnya dia online. Aku langsung menyapanya…

A: “Hi sweety :-p “

N: “Hiii…:-p “

A: “It was so nice to see u again :-) “

N: “Haha thank u :-p But we just talked this morning..”

A: “Yeah.. And I can’t stop thinking about u.. hehe”

Aku mulai merayunya, ku keluarkan kata-kata gombalku disetiap kesempatan haha :-D

N: “Ohh sweet :-p “

A: “Now can u tell me about that boy?”

N: “Wait.. I eat first, I just arrived.. I’m so hungry huhu”

A: “Ok sweety :-) Eat much ^_^ “

Sambil menunggu Nana makan, kusiapkan lagi puisi untuk malam ini. Entah kenapa aku jadi semakin pandai menulis sebuah puisi. Padalah sudah lama aku tak pernah membuat puisi lagi, tapi saat ku memikirkan Nana, kata-kata puitis seakan muncul dalam pikiranku. Nana telah menjadi inspirasiku saat itu.

Tak lama kemudian Nana kembali. Aku sudah selesai menulis sebuah puisi yang akan ku berikan nanti.

N: “I’m here…”

A: “Sippp”

N: “Ehh? What’s sipp? :-D “

A: “Sipp mean Ok :-D “

N: “I see:-D Funny word :-D “

A: “Haha just simple slang :-D “

N: “lol … Well, I will tell u about him now… but maybe I will be cry huhu”

A: “Wew.. don’t be cry… just tell ok?”

N: “Ok… His name is Takeshi”

A: “Ohh… is he Japanese?”

N: “Yes, he is from Japan, but he live in Germany”

A: “I see.. Tell me more..”

N: “Hmm.. I know him since 1 year ago.. He is in relationship with girl from Japan, but he told me that he  didn’t love her..”

A: “Ohh.. And why he didn’t break up her girlfriend?”

N: “I don’t know.. and because if that, he being closed with me.. but I don’t broke them”

A: “Hmm.. I see…”

N: “Yahh.. but we always chatting.. like now.. I’m chatting with u and him..”

Aku terdiam sesaat dia bilang bahwa dia sedang chatting dengan pria itu. Aku merasakan cemburu yang pertama kalinya dengan Nana. Aku sudah benar-benar jatuh cinta, tapi kini aku harus bisa meluluhkan hatinya dan membuat dia melupakan pria

itu.

Aku: “I see.. thanks to told me this.. now I know why do u feel lonely and always crying…”

Nana: “Yahh…”

Aku: “But be calm, I’m here for u.. I will always stand here if u need Aku :-) “

Ku mencoba membuatnya tenang dengan adanya diriku saat itu, dan tampaknya dia juga menikmati perkenalan ini.

Ku lanjutkan chatting dengan Nana, aku ingin malam itu jadi malam yang panjang dengannya.

N: “Thanks.. :-) “

A: “Never mind :-) “

N: “Anyway, can u teach me Indonesian? :-D “

A: “Ehh? Are u sure? Of course :-D “

N: “Yes :-D I wanna learn Indonesian because I wanna visit Bali :-D “

A: “Ohh cool :o Ok, just ask what do u want to learn..”

N: “Ahh just teach me everything :-D “

A: “Haha ok ok.. This.. Aku mencintaimu…”

N: “Hmm… that I know ! lol :-D “

A: “Really??”

N: “Yahh.. Mean I Love U.. right? :-D “

A: “Yes.. I Love U too :-) “

N: “Ehh??? :o “

A: “Hheheh nothing :-p “

N: “You are so funny :-D “

A: “Haha thanks :-p “


Sangat menyenangkan rasanya aku bisa chatting dengan Nana. Dia begitu lucu, perhatian, dan juga cantik seperti gadis yang selalu ku idamkan selama ini. Aku semakin hanyut dalam perasaan ini. Tapi aku berpikir berulang kali, semuanya terlalu tidak mungkin. Dia begitu jauh… Bukan seperti Jakarta – Bandung, tapi aku harus terbang melintasi langit dan menyebrangi lautan. Hahh ini sangat gila… Aku sama sekali belum pernah mencoba terbang dengan pesawat. Apa aku bisa terbang sampai ke Eropa?? Sampai bali pun yang masih di Indonesia aku tak pernah bermimpi liburan kesana. Tidak mungkin… tidak mungkin… Aku lupakan keinginanku, dan ku tahan perasaan ini agar tak semakin menggila.

Sudah jam 12 malam, biasanya aku sudah harus bergegas pulang dari warnet. Tapi malam ini kuputuskan untuk bergadang sampai pagi, kebetulan besok aku libur kuliah.

Ku kirim lagi puisi yang sempat kubuat tadi pada dinding Nana.

“Jika engkau hadir sebagai malaikat penolongku

Jangan biarkan aku sendiri

Kemanapun aku pergi, tetaplah di pundakku

Jangan pernah bosan ketika aku memanggilmu

Karena ku ingin kau selalu disini

Lentera hidupku begitu gelap

Jika kau datang sebagai penerang hidupku

Terangilah selalu setiap sudut gelapku

Jangan kau biarkan lentera ini padam

Karena aku tak ingin menangis lagi…

I need you…”

Puisi yang ku kirim untuk Nana mencerminkan perasaanku saat Nana hadir dalam kehidupanku. Aku ingin dia mengerti bahwa aku sangat membutuhkannya. Aku tak ingin dia pergi, meskipun aku belum bisa memilikinya.

Lalu dia membaca puisi itu dan berkata…

N: “Awhh Fey, u are so cute.. Yes I will not leave u forever :-) “

A: “Thanks Nana :-) I hope so.. Because… “

Aku ingin mengatakan perasaanku padanya saat itu, tapi aku belum berani, dan rasanya ini terlalu cepat. Kubiarkan perasaan ini mengalir, kutunggu waktu yang tepat untuk menyatakan semuanya. Aku juag belum begitu yakin dengan perasaanku.

N: “Because of what?”

A: “Because u are very meant for me :-) “

N: “I see… :-) “

Hahh.. ingin rasanya aku menggenggam tangannya. Melihat indah bola matanya, dan kunikmati keindahan setiap detik bersamanya. Namun sekarang aku hanya bisa melihatnya lewat foto. Oh ya, aku jadi punya ide untuk mengajak Nana video chatting.

Mungkin ini akan jadi sangat menarik.

A: “BTW, do u can use webcam? I wanna try video chatting with u..”

N: “Umm.. I can’t now… I never try… and also, I’m to shy…”

A: “Ohh.. :-/ alright… “

Huufftt.. ternyata Nana belum mau ku ajak video chatting, tak apa, mungkin ini wajar karena perkenalan ini baru sebentar. Tapi aku sangat menantikan momen itu, aku ingin melihat Nana dan bertatapan langsung dengannya.

Hari demi hari, hubungan kami semakin dekat. Setiap pagi dan malam ku kirimkan puisi untuk Nana. Dia begitu menyukai puisi yang kubuat, meskipun sederhana, tapi itulah yang wanita inginkan dari pria. Sesuatu yang sederhana tapi tulus dari hati, terkadang kita selalu mengabaikan hal-hal seperti itu, tapi semenjak aku mengenal Nana, aku telah menemukan jati diriku. Aku suka puisi, dan puisi mewakilkan perasaanku.

Every moment can be nice if we always to be our self.


Chapter 2 "In Love After Broken Heart"

Keesokan harinya aku kembali berjaga. Jam 10 malam aku masih sibuk mengerjakan tugas kuliahku lagi. Warnet juga masih ramai, tiba-tiba Handphone-ku berbunyi, 1 pesan masuk dari nomor yang sudah tak asing lagi. Langsung ku baca isi pesan itu...

 
Real Story LDR Blogger Template by Ipietoon Blogger Template